Miom dapat muncul di dalam atau di luar rahim atau
dalam otot dinding rahim. Miom biasanya tumbuh dari satu sel otot kecil yang terus
berkembang.
Penyebab
Beberapa teori menyebutkan awalnya pertumbuhan
tumor ini adalah gangguan fungsi saraf yang disebabkan
gangguan hormon estrogen serta emosi yang tidak seimbang. Gangguan fungsi
saraf itu kemudian menyebabkan kesalahan bentuk otot di dalam rahim. Pada jaringan mioma jumlah reseptor estrogen lebih tinggi dibandingkan jaringan otot kandungan (miometrium) sekitarnya sehingga mioma uteri ini sering kali
tumbuh lebih cepat pada kehamilan (membesar pada usia reproduksi) dan biasanya
berkurang/emngecil ukurannya sesudah menopause.
Jenis
Mioma uteri ini ada beberapa jenis. Berdasarkan
lokasinya mioma uteri dapat dibagi dalam tiga jenis yaitu :
1.
Pertumbuhan
tetap di dalam dinding rahim (intramural).
2.
Pertumbuhan
ke arah rongga rahim (submukosa).
Gejala-gejala
Setengah dari wanita penderita miom tidak merasakan
gejala-gejala, kebanyakan penderita mengetahui menderita miom pada saat
pemeriksaan rutin panggul atau pada saat pemeriksaan kehamilan. Gejala-gejala miom yang sering terjadi :
- Pendarahan yang banyak dan lama selama masa haid atau pun di luar masa haid.
- Rasa nyeri karena tekanan tumor dan terputarnya tangkal tumor, serta adanya infeksi di dalam rahim.
- Perut selalu terasa penuh.
- Nyeri saat berhubungan intim.
- Sering berkemih karena miom menekan kandung kemih.
- Tekanan pada panggul.
- Infertilitas atau keguguran.
- Sering sembelit.
Ada
juga beberapa kasus dimana miom dapat tumbuh keluar dari rahim pada stalklikeprojection . Jika miom memilih pada stalk ini,
maka akan terasa nyeri berat di bagian bawah perut yang tajam dan tiba-tiba.
(sumber : berbagai sumber )
