Hadir di PESTA PULAU PINANG MALAYSIA : 28 Nov 2011 - 1 Jan 2012 - Pavilion Sumatera Utara Indonesia - Contact : RUMI SYAHRATTA - H/P 0164076434

Kenali Kolesterol, HDL, LDL dan Trigliserida

Koleterol

Kolesterol merupakan salah satu jenis lemak dalam darah. Banyak anggapan bahwa kolesterol adalah sesuatu yang buruk. Padahal setiap sel tubuh kita membutuhkan kolesterol. Kolesterol penting untuk pembentukan membran sel tubuh, selubung saraf dan produksi hormon tertentu. Selain itu, kolesterol juga membantu proses pencernaan.

80% kolesterol dalam tubuh diproduksi oleh organ hati. Selebihnya bersumber dari produk hewani yang kita konsumsi. Kolesterol didistribusikan ke seluruh tubuh melalui aliran darah.Dalam proses pendistribusian ini, kolesterol membentuk ikatan dengan protein yang disebut lipoprotein.

Banyak istilah yang berhubungan dengan kolesterol. Diantaranya adalah LDL, HDL dan trigliserida. Anda tentu pernah mendengarnya. Namun apa maksud istilah tersebut sebenarnya?
LDL (low-density lipoprotein) merupakan kolesterol lipoprotein berkerapatan rendah. Lama-kelamaan kolesterol LDL bersama bahan lain akan menumpuk di pembuluh darah dan menyebabkan plak. Plak yang terbantuk dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah yang berakibat terjadinya serangan jantung dan stroke. Oleh karena itu LDL disebut juga sebagai "kolesterol jahat".

Sebaliknya, HDL (high-density lipoprotein) yang merupakan kolesterol lipoprotein berkerapatan tinggi sering disebut sebagai "kolesterol baik" karena membantu membersihkan kolesterol dari pembuluh darah.

Sedangkan trigliserida merupakan substansi lemak lain dalam darah yang dapat mempengaruhi resiko terkena penyakit jantung. Sebagian besar lemak dalam makanan dan dalam tubuh berada dalam bentuk trigliserida. Penilaian trigliserida yang tinggi berhubungan dengan resiko penyakit jantung, demikian juga dengan kolesterol.

Kolesterol dapat menyebabkan penyempitan atau penyumbatan arteri (aterosklerosis).Aterosklerosis merupakan penumpukan kolesterol pada dinding arteri yang bertahan diam-diam dan tidak menimbulkan rasa sakit. Penumpukan ini membuat gundukan yang disebut plak. Ketika plak bertambah banyak, lapisan dalam arteri bertambah sempit dan menghambat aliran darah. Padahal, penyakit aterosklerosis ini dapat dicegah.

Kolesterol tinggi (hiperkolestrolemia) dapat dialami oleh setiap orang. Namun demikian ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kadar kolesterol seseorang. Secara genetik, ada kemungkinan organ hati memproduksi terlalu banyak kolesterol HDL atau tidak memproduksi cukup kolesterol LDL. Selain itu, konsumsi makanan berlemak, tidak aktivitas bergerak dan rokok dapat meningkatkan kadar LDL dan menurunkan kadar HDL.

Kolesterol hanya dapat diketahui kadarnya melalui pemeriksaan laboratorium. Dari hasil laboratorium dapat diketahui apakah kadar kolesterol Anda masih dalam batas normal.Lakukanlah pemeriksaan kolesterol secara teratur.

Berikut arti hasil pemeriksaan kolesterol Anda: Kolesterol Total
200 mg / dL atau kurang
Kadar kolesterol yang diinginkan
200 - 239 mg / dL
Batas kadar kolesterol tinggi
240 mg / dL atau lebih
Terlalu tinggi

Kolesterol HDL
Kurang dari 40 mg / dL
Terlalu rendah
Lebih dari 40 mg / dL
Menguntungkan terutama pada 60 mg / dL

Kolesterol LDL
Kurang dari 100 mg / dL
Diinginkan
100 - 129 mg / dL
Mendekati optimal / lebih optimal
130 - 159 mg / dL
Batas tinggi
160 - 189 mg / dL
Tinggi
190 mg / dL dan lebih
Sangat tinggi

* Untuk usia 20 tahun atau lebih dan tidak memiliki penyakit jantung. Kapan Anda memiliki penyakit jantung atau diabetes, maka kolesterol LDL sebaiknya 100 mg / dL atau kurang. 

Trigliserida
Kurang dari 150 mg / dL
Normal
150 - 199 mg / dL
Batas tinggi
200 - 499 mg / dL
Tinggi
Lebih dari 500 mg / dL
Sangat Tinggi

(sumber : medicastore.com)